KERAJAAN LANDAK
Kelompok
III
OLEH :
1. RIDHO
WILLIANTO :
131610030
2. KRISTORIO
NOVIAN :
131610048
3. NURSIA :
131610029
4. AGUSTINA
NOVIANI :131610063
Mata
Kuliah :
Sejarah Lokal
Dosen
Pembimbing :
Fadri Minandar,S.Pd, M.Pd
Prodi :
Pendidikan Sejarah
Kelas/ Semester :
A Pagi/ 4 (Genap)

INSTITUT
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA ( IKIP-PGRI
PONTIANAK )
TAHUN
AKADEMIK 2018
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sejarah
kerajaan landak sebelum abad XIV, kurang diketahui dengan pasti.akan tetapi
sejak pertengahan abad tersebut, wilayah itu mulai dikenal. Secara resmi nama
kerajaan landak disebut juga landa sejak
kerajaan itu disebut-sebut juga dalam
kitab pujasastra negara kretagama pada tahun 1369 yang di tulis oleh mpu parapanca
di masa prapanca di masa pemerintahan raja hayam wuruk (Rajasanegara) yang
bertahta di majapahit.
Dalam
naskah prapanca itu ada bab itu ada meceritakan tentang kerajaan-kerajaan di
tanjungpuri atau pun tanjung pura atau juga tanjung negara yang kesemua itu
nama lain dari pulau Kalimantan dimasa islam. Kerajaan-kerajaan islam di nusa
tanjungpura yang ditulis oleh prapanca sebanyak 21 kerajaan, yang setiap
tahunnya membayar upeti kepada raja majapahid.dari 21 kerajaan itu, delapan
belas diantaranya terdapat di Kalimantan Indonesia, yaitu Kapuas, katingan,
landak, kutalingga, kutawaringin, sambas, lawai, kadangdangan, kalka, saludung,
selat,pasir, barite, salatu, tabalung, tanjung kute dan malano.
Tahun
1775 raja kartanegara dikerajaan singasari bermaksud mengembangkan sayap
kekuasaannya ke Sumatra tengah. Mengirim pasukanya ke sana yang dikenal dengan
nama pamalayu kembali kesingasari
(jawadwipa), raja kartanegara telah wafat. Dan kerajaan singasari di ambag
keruntuhan.
Seorang
bagsawan darikerajaan terebut membelokan salah satu kapal yang dipimpinnya ke
nusa tanjungpura atau pulau Kalimantan bersama pengikutnya. Mereka ini
disertakan dalam ekspedisi pamalayu,
semua menyinggahi padang tikar kemudian menyelusuri sungai landak kecil dan
akhirnya ke daerah sekilap sebagai tempat utuk menetap. Daerah inilah yang di
kenal dengan daerah nigrat batur.
Selanjutnya,
turun temurun bangsawan dari singasari yang kemudian dikenal sebagai ratu sang
nata pulang pali I memerintah di kerajaan landak hingga sang pemerintahan ratu
sang nata raja pulang pali VII. Raja terakhir kerajaan landak dengan ibukota di
ningrat batur adalah raden kusuma sumantri indra nigrat dengan nama abhiseka
ratu brawijaya angawijaya sang nata pulang pali VII, ternyata juga telah
meninggalkan kisah-kisah yang melegenda di tengah masyarakat landak turun
temurun kerajaan landak meliputi sepanjang sungai landak beriut
cabang-cabangnya. Sungani ladak memiliki panjang 390 KM dan merupakan anak dari
sungai Kapuas, berhuludi gunung niut dan bersumber air dari danau raut.di
sepanjang sungai landak dan aliran sugainya terdapat intan dan emas. Yang
dikenal dengan nama inta kubi yang kemudian belakangan dikenal dengan sebagai
intan danau raja memiliki berat memiliki berat 367 karat, dimana 1 karat sama
dengan 200 miligram.
Palladium
intan kubi atau intan danau raja ditemukan oleh kiayi jaya laga di masa
pemerintahan raja sanca nata kesuma tua (1714-1764). Pencarian intan dan emas
ini di lakukan oleh rakyat dengan mendulang di sungan landak.
B.
rumusan
masalah
1. Bagaimana
awal pertumbuhan kerajaan Landak?
2. Bagaimana
kerajaan landak pada masa islam?
3. Siapakah
raja-raja yang pernah memimpin dikerajaan Landak?
4. Bagaimana
masuknya kolonialisme dikerajaan Landak?
5. Untuk
mengetahui apa itu kongsi Lan Fong?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Mengetahui
Bagaimana awal pertumbuhan kerajaan Landak.
2. Mengetahui
Bagaimana kerajaan landak pada masa islam.
3. Mengetahui
Siapakah raja-raja yang pernah memimpin dikerajaan Landak.
4. Mengetahui
Bagaimana masuknya kolonialisme dikerajaan Landak.
5. Mengetahui
apa itu kongsi Lan Fong.
BAB II
PEMBAHASAN
A. AWAL PERTUMBUHAN KERAJAAN LANDAK
Raden kusuma sumatri indra Ningrat dengan nama
Abhiseka Ratu Angkawijaya sang nata pulang pali Vll mempunyai kegemaran
berburu, termasuk menjala ikan. Suatu ketika sedang asik menjala ditemukanlah
sebuah mundam berisi rambut hanyut dari hulu. Raja kerajaan landak inilangsung
jatuh cinta pada si pemilik rambut yang belum diketahui pasti tersebut.
Suatu hari semua rombongannya dari ibu kota kerajaan
dinigrat batur, iya memudik sungai landak guna mencari si pemilik rambut.
Disisi lain, perjalanan ini sangat erat kaitannya dalam usaha terjun langsung
melihat dari dekat pendulangan intan dan emas disepanjang aliran sungai landak,
yang merupakan hasil komoditi terpenting.
Di dapat berita bahwa sipemilik rambut adalah
seorang gadis cantik jelita anak dari seorang dukun belian atau paranormal
terkemuka yang sangat ahli dalam pengobatan tradisional yang bernama Patih Tega
Temula di tanjung selimpat sepangok.
Kedatangan raja pulang pali VII beseta pengikutnya
yang berpura-pura sakit, akhirnya berhasil memboyong sigadis cantik jelita ke
istana nigrat batur di sepatah. Ternyata kemudian, cinta raja yang membara
mendapat sambutan cukup mesra. Atas restu patih tega temula, dinikahkanlah
putrinya tersebut dengan raja pulang pali ke VII.
Pesta perkawinan yang sangat meriah dilangsungkan di
ningrat batur dan sekaligus putri dari tanjung selimpat tersebut dinobatkan
sebagai ratu permaisuri. Selang beberapa bulan setelah pernikahan, ayah sang
permaisuri yaitu patih tega temula bermaksud hendak ingin menjenguk putrinya di
istana ningrat batur. Taoi nasib malang menimpa dirinya di dalam perjalanan
menuju daerah sepatah ia telah di kayau (head hunting) oleh orang-orang biaju.
Mendengar berita ini ratu permaisuri yang ketika itu
telah dalamkeadaan hamil, angat terpukul oleh kesedihan. Ia larut dengan
termenung dan menangis dari hari ke hari. Raja, sang suami tercinta, akhirnya
berjaji akan menutut balas kematian mertuanya dengan selekasnya mengambil
tengkorak kepala ayah dari ratu permaisuri yang telah berada di tangan si
pembunuh. Tengkorak patih tegak temula tersebut disimpan ditaju tarus di daerah
biaju.
Sebatang pohon tumbuh besar yang tegak lurus di
pinggiran kota di wilayah nigrat batur di pilih untuk membuat bahtera atau
jung. Rakyat kerajaan landak dikerahkan siang dan malam untuk membangun
bahtera. Namun, beberapa hari pekerjaan itu dilakukan, berlangsung dengan sia-sia
karena pohon raksasa tidak mampu untuk di tumbangkan.
Setiap hari menjelang malam pohon tersebut hanya
berhasil dikapak sebagian batangnya, esok paginya pohon besar itu kembali utuh
seperti semula. Melihat kenyataan itu, raja pulang pali VII nyaris berputus
asa. Namun semangat menyenangkat hatisang istri membuat ia tak habis-habisnya
berikhtiar, pada saat itu raja pulang pali VII megadakan sayembara dan
sayembara tersebut dimenangkan oleh seorang pemuda bernama arya siner putra
dari aria jambi dari kampong jering, menyuke. Dia adalah seorang pemuda yang
memiliki magico historia yang berasal dari keturunan jubata dengan memiliki
kekuatan dan kesaktian yang tinggi berhasil dapat menumbangkan batang pohon
besar dengan cara melakukan upacara tradisional (berimah). Setelah
ditumbangkanya pohon besar itu dijadikanlah sebuah perahu atau kapal untuk
sarana pelayaran. Dan setelah itu Arya Siner dikasi hadiah sesuai yang
janjikan, ia pun segera bermohon diri kembali kekampung halamanya di jering,
menyuke.
Tidak berlangsung lama raja Pulang Pali VII memerintahkan
untuk memanggil kembali Arya Siner ke kerajaan untuk ikut ekspedisi yang di
lakukan raja dalam misi mengambil tengkorak mertuanya, ayah dari Putri dari
Tanjung Selimpat dari orang-orang Biaju. Arya Siner bertugas sebagai pawang
peluncuran, bahkan dia ia diberi kehormatan untuk menjadi pemimpin ekspedisi .
sebagai iming-iming hadiahnya, raja berkenan akan menyerahkan salah seorang
istrinya kelak bilamana misi itu berhasil.
Arya Siner lalu melakuan ekspedisi, dalam
ekspedisinya dalam perjalanan Arya Siner bersama prajurit kerajaan di terpa agin
kencang dan badai. Sampailah rombonggan di sebuah perkampunggan orang-orang
Biaju yang letaknya di tepi aliran sungai di daerah kalimatan tengah. Arya
Siner dan parajurit berhasil menyusup dan
menyandra kepala suku Biaju tampa melalui proses pertumpahan darah yang
mengerikan. Dan berhasil membawa tengkorak Patih Tegak Temula sebagaimana yang
dijanjikan misi penyerangan mereka.
B.
KERAJAAN
ISLAM LANDAK
Raden
abdul kahar yang semulanya bernama raden iswaramahayana atau raden ismahayana
dengan gelarnya raja adipati karang tanjuang tua kemuudian menikah dengan
seorang putri dari patih wira denta yang bernama putri limbaisari dengan gelar
ratu permaisuri sariayu. Dari perkawinan inilah kemudian menurunkan turun
temurun yang secara silih berganti pemerintah di kerajaan landak. Sehingga di
hapusnya sistem pemerintahan swapraja, landak diperintah oleh sebanyak 37 orang
raja atau penembahan dan juga wakil menembahan.
Ibukota
kerajaan landak di ayu atau munggu didirikan oleh raden abdulkahar pada tahun
1470. Yang semula ibu kota kerajaan landak berpusat di nigrat batur, sepatah
tahun 1290. kerajaan landak mempunyai sumber kekayaan alam diantaranya intan
dan emas. Sepanjang daerah aliran sungai landak, atau seluas wilayah kekuasaan
kerajaan ini merupakan sebuah areal intan dan emas. Dari kondisi alam yang
demikianlah sehingga nusa tanjung pura, kerajaan landak menjadi titik sentral
terpenting urat nadi kehidupan perekonomian dagang dan sebagai Bandar pelabuhan
peniagaan terpenting di pulau ini.
Sebagailumbung
emas dan intan tersebut, dengan sendirinya kerajaan landak menempatkan diri
pada suatu posisi sentral dan penting bagi dunia perdagangan laut. Kerajaan
landak tidak juga dikunjungi tidak hanya untuk berdagang, namun juga dalam
suatu perkembangan budayanya. Dalam hal ini, menjadikan kerajaan landak
mengalami transisi budaya, dimana animisme kerajaan landak mendapatkan pengaruh
yang kuat, dimana sejak awal berdirinya dengan ibu kota nigrat batul, sepatah
(1290-1470) terus menjalin hubungan dengan kerajaan luar.
Semakin
pesatnya hasil perdagangan intan dan emas dari kerajaan landak, sehingga para
pedagang dari semenanjung malak, Sumatra dan jawa yang kemudian telah memeluk
agama islam dalam abad ke XIV, sehingga para pedagang mengadakan hubungan
dengan kerajaan ini dari hubungan ini pula agama islam meluas di kerajaan
landak dan kemudian kerajaan ini menjadi
kerajaan islam di Kalimantan barat.
Dengan
demikian sejak tahun 1470-1472, islam mulai masuk dan tersebar dikerajaan
landak.hal ini menandai juga berislamnya raja kerajaan landak yang kemudian
bergelar raden abdulkahar beserta rakyatnya.
Nama-nama Raja yang pernah memimpin
di kerajaan Landak:
1. Raden
Kusuma Sumantri Indranigrat degan nama Abhiseka Ratu Brawijay Sangkawijaya Sang
Nata Pulang Pali VII.
2. Raden
Ishmayana dikenal dengan nama Abdulkahar
3. Raden
Kusuma Agung Muda
4. Raden
Anom Jaya Kusuma
5. Pangeran
Wirnata Kusuma
6. Penembahan
Gusti Mahmud Akamuddin
7. Menembahan
Ratu Adikusuma Amarauddin
8. Mangkubumi
Gusti Bujang Isman Tajuddin
9. Gusti
Abdurrani Pangeran Natakusuma
MASA KOLONIALISME
A.
Masa
pendudukan belanda
Dengan
berdirinya kesultanan Pontianak (1771). Di delta muara sungai landak pada
peremuannya dengan sungai Kapuas, kota-kota dipenghuluan kedua sungai tersebut
yang sejak semula memasarkan hasil bumi serta sebaliknya membeli keperluan
mereka. Semua jenis komoditi yang melewati aliran sungai tersebut harus
dipasarkan di Bandar pelabuhan dagang kesultanan Pontianak. Kerajaan landak
dalam hal itu merasa sangat dirugikan, sebeb selain perdagangan intan dan
emasnya mengalami kemunduran, juga sepanjang aliran sungai landak merupakan
wilayah kekuasaannya. Untuk mengarai keadaan itu, kerajaan landak membawa
persoalan tersebut kepada kesultanan banten yang sejak itu berhasil mengalahkan
matan diakui sebagai sekutunya. Sementara bagi banten sendiri, landak merupakan
taklukannya secara tidak langsung, sebagai imbalan atas bantuan untuk membentuk
menuntut balas terhadap matan.
Banten
sendiri yang semakin rapuh kekuasaannya akibat tekanan dari pihak belanda
dengan VOCnya tak bisa berbuat banyak. Kemudia menyerahkan persoalan landak
tersebut kepada nederlandsche oost indische compagnie. Dan pihak belanda tidak
menyia-nyiakan hal itu, selanjutnya mempengauhi banten terhadap kekuasaannya
terhadap kerajaan landak. Maka pada tanggal 26 maret 1778 bertempat di benteng
diament banten, berlangsung sebuah perjanjian penyerahan landak dan matan oleh
sultan abdulmafahir Muhammad alliudin sultan banten kepada VOC. Sejak saat itu,
resmilah kerajaan landak dan kerajaan matan yang kemudian dikenal menjadi
sukadana berada di bawah kekuasaan belanda.
B.
Masa
pendudukan jepang
Tanggal
19 desember 1941, sejumlah Sembilan pesawat terbang bala tentara jepang
mengebom kota Pontianak. Pristiwa itu dikenal dengan bom Sembilan, atau
pristiwa kapal terbang Sembilan. Setelah itu diusul kemudian denga pemboman
kedua dan ketiga pada 22 dan 27 desember 1941. Pemboman ini menyebabkan tidak
sedikit jatuhnya korban. kepanikan yang luar biasapun terjadi terlebih tentara
belanda. Tentara belanda yang ada di Pontianak, sebagian melarikan diri ke
ngabang yang jaraknya sekitar 177 KM di sebelah timur Pontianak. Dari ngabang selajutnya
pelarian di teruskan ke sanggau Kapuas . sebelum melarika diri menuju sanggau
untuk kemudian ke nanga sokan dan kota baru, tentara belanda menghancurkan
denga dinamid jembatan sungai landak di gabang jembatan yang terkenal besar
memiliki dua lengkunga. Ketika dihancurkan, usia jembatan yang di kenal
masyarakat dengan sebutan geretak gantung ini belum genap setahun umumnya sejak
diresmikan pada bulan juli 1941. Pristiwa ini berlangsung sekitar pertengahan
maret 1942.
Dimasa
pendudukan balatentara jepang, daerah landak ditetapkan sebagai daerah bunken,
buken dibagi atas daerah GUN , demikian pula GUN terbagi atas SON. Daerah
bunken sama dengan sub kabupaten atau distrik sedangkan SON sama dengan onder
distrik. Pada maa pendudukan jepang,
di ngabang ibukota kewedanan landak (bunken), dibentuk sainendan (pasukan
pemuda) tiap-tiap kewedanan diharuskan untuk mengirmkan pemuda untuk tinggal di
Pontianak guna mengikuti latihan kemiliteran (kayoren). Mereka dimasukan di
dalam asrama.
Dari
kewedanan landak dikirim sebanyak tiga orang pemuda untuk mengikuti kyoren
tersebut, masing-masing gusti abdul hamit aun, abdul hamid mersep dan hasan
basri serta dua orang pemuda tionghoa. Pemimpin kyoren tersebut adalah norio
tos chimochi, seorang perwira jepang yang semenjak remajanya tinggal di riam
panjang sebebat ngabang mengikuti pamannya dokter motosima yang membuka usaha
penanaman karet di sana. Setelah mengikuti kayoren di Pontianak, ketiga pemuda
itu di kembalikan ke ngabang, demikian pula tosucimochi dan dua orang pemuda
tionghoa lainnya di ngabang selanjutnya di bentuk seinendan sebanyak tiga
buntai (pleton). Untukseluruh kewedanan landak di angkat gusti abdul hamit aun
sebagai daidanco dengan wakilnya masing-masing abdul hamit marsep dan hasan
basri. Tanggal 8 juni 1945 pukul 08:00 bertempat dihalaman bunken kanrikan
landak dihilir tengah ngabang, diadakan upacara pengibaran bendera merah putih
dan bendera hinomaru. Bendera merah putih di kibarkan oleh pemuda mas marhaban
tahaib dan bendera hinomaru oleh soeparmin. Upacara ini di pimpin komandan yang
sudah terbentuk dan di hadiri oleh seluruh pegawai minseibu dan pejabad militer
balatentara jepang di ngabang. Bendera
merah putih naik berkibar. Namun hinomaru melayang terjatuh ketanah, tali
bendera putus ketika bendera tersebut hampir sampai di puncak tiangnya. Bendera
tersebut segera di pungut tosucimochi untuk selanjutnya di bawa masuk kerumah
kediaman bunken kanrikan yang waktu itu dijabat oleh sato.
Selang
sebulan kemudian. Pada tanggal 8juli 1945, di ibukota sengah temila dibentuk
pula pasukan seinendan. Peresmiannya di putuskan disepatah detandai dengan
pengibaran bendera merah putih, hanya saja tanpa di sertai dengan hinomaru.
Upacara disepatah ini dipimpin oleh gusti Muhammad saleh aliudin, gusti
Muhammad aliudin dan bardannadi sutrisno. Hal yang sama, sebulan kemudian
tanggal 8 agustus 1945, di darit menyuke, dipimpin kimas akil abdurahman (sonco
darit) bersama hamdan butjang (pukugontyo darit) dan gusti Muhammad saleh
tahaher (guru), memimpin upacara serupa tanpa mengibarkan hinomaru. Di ngabang,
seminggu setelah peresmian di bentuknya barisan pemuda (seinendan), taggal 15
juni diadakan ceramah umum yang di sampaikan norio tosuchimochi. Dalam
ceramahnya itu ia menyampaikan tentang arti dan makna sebuah kemerdekaan. Ia
pun pada hari itu bermaksud mebagi-bagikan sejumlah senjata kepada para pemuda, namun ditentang dan di tolak
tegas oleh bunken kanrikan landak, SATO. Maka maksud sebelumnya urung
dilaksanakan, ia sendiri sangat bersimpati kepada pergerakan para pemuda
dilandak ngabang.
PRISTIWA YANG TERJADI DI WILAYAH
LANDAK DAN SEKITARNYA
Pristiwa mandor
Pristiwa
mandor diawali runtuhnya hindia belanda oleh colonial jepang. Pada pertengahan
februari 1942, pusat pertahanan dan pemerintahan belanda di pulau jawa praktis
telah di kepung oleh jepang, yang berhasil menduduki bagian selatan Sumatra,
Kalimantan, silawesi, dan bali. Satu-satunya garis perbekalan jawa yang belum
diduduki oleh jepang adalah Australia namun pesawat-pesawat terbang jepang
kemudian melancarkan serangan-serangan terhadap pelabuhan Australia yang
terdekat dengan jawa, yaitu Darwin. Akibatnya, kapal-kapal sekutu kemudian di
tarik kepelabuhan-pelabuhan yang lebih
aman sehingga akhirnya jawa benar-benar terisolasi. Pada 8 maret 1942, letnan
jendral terpooten, selaku panglima sekutu hindia belanda, akhirnya
menandatangani dokumen penyerahan kepada letnan jendral Imamura di lapangan
terbang kalijati jawa barat ketika itu.
Pristiwa
mandor diawali dengan datangnya bala tentara jepang ke wilayah landak untuk
ingin mengetahui sumber kekayaan yang ada didaerah landak. Seperti, intan,
emas, dan berlian. pada awal mulanya kedatangan bala tentara jepang, mereka
disambut baik oleh rakyat landak selang beberapa bulan kemudian setelah jepang
berhasil memasuki wilayah landak mereka mulai bersikap tidak baik, yang mulanya
berbaur kepada masyarakat lama kelamaan pihak jepang mulai merampas hak rakyat
dan menindas rakyat landak. Penderitaan akibat penindasan semakin dirasakan
berat dan parah, kerjapaksa terjadi
dimana-mana (yang dikenal dengan romusha), pemerkosaan, kekejaman, dan
prampokan terhadap orang-orang pribumi.
Sebagai
jawaban dari sikap pemerintahan jepang rakyat pribumi mulai memberontak
terhadap jepang para tokoh-tokoh masyarakat pada saat itu mengadakan rapat
tertutup membahas tentang pemerinntahan jepang yang semakin semena-mena
terhadap masyarakat pribumi, namun dalam pertemuan itu ada yang membocorkan dan
melaporkannya kepada pemerintah jepang. Mendengar berita itu, pemerintah jepang
mualai mengambil/menyusun strategi dengan
mengatahui apa hasil dari rapat tertutup itu. Maka satu persatu
tokoh-tokoh penting masyarakat seperti para bangsawan diculik dan 20 kaum
cendikiawan dan para tokoh pemangku adat di wilayah mandor dan setidaknya ada
48 nama korban yang termuat dalam borneo sinbun hari itu (surat kabar
pemerintah balatentara jepeng) dan pucaknya pada tanggal 28 juni 1944 yang
dikenal dengan eksekusi massal (Perestiwa manndor berdarah).
KONGSI LANFONG
A.
Mempawah
dan pokok kelapa
Mula-mulorang
orang-orang china dari kedua tepi sungai mempawah termasuk kongsi lan fong da
nada satu kepala distrik di ibukota mempawah, tetapi waktu hubungan-hubungan
antara gubernurmen dan kongsi pada beslid pemerintah 4 januari 1857 di atur
secara definitive, segala orang china yang berdiam di sebelah tepi sungai itu
di tarik dari pemerintah lan fong dan di tempatkan di bawah kekuasaan belanda
langsung. Kepala pertama distrik mempawah yang di anggkat di bawah log pong fak
pakai gelar niko akan tetapi orang-orang pribumi menyebut dia sebagai kapten
setelah itu ada dua kepala distrik sekaligus, satu hak dan satu hoklo, kedua
dengan gelar kapten, yang mereka ikuti, waktu pemerintahan sung tshap pak, liu
thoi ni yang kemudian menjadi captain, yang dari penambahan dapat gelar kapitan
demang, dimana dia dikenal pada pemerintahan belanda. Dibawah kekuasaan
dia,untuk pertama kalinya pada tahun 1822 dibangun suatu rumah kongsi,di dekat
pasar baru (kampong baru), dibangun berhadapan dengan benteng belanda yang kurang
lebih seperempat jam pergi hilir keraton raja.
Juga
kapthai kemudian koe lioek adalah kapten dari mempawah yaitu dari kampong baru
bersama dengan dia liu a-lun yang membaca sudan kenal, kapten dari pasar lama
dengan satu anngkatan dari kapten liu toini dan satu pengukuhan dari gubenurmen
belanda pada waktu peraturan tersebut, dari 1857 mulai berlaku dan pengangkatan
kapten-kapten untuk orang-orang chia di sebelah kanan tepi sungai mempawah
masuk wewenang pemerintah tahta kapten kongsi dipindahkan di pokok kelapa,
dimana dia sampai tahun terakhir dari republik tinggal. Seluruhnya menjabat 17
kapten kongsi yang memegang pemerintahan di daerah mempawah.
B.
Sungai
purun
Orang-orang
china bahagia daerah kongsi pertama kali mendapat suatu kepala distrik di bawah
sung tshap pak. Sung tshap pak oleh sultan Pontianak dihormati dengan gelar
captain dan diberi satu tombak emas yang tetap tinggal tersimpan dirumah kongsi
setempat dan diserahkan dari kepala yang satu kepada yang berikut.kemudian
masih berdiri tujuh kapten kepala, yang semuanya berasal dari kia ying tsyu,sampai pembubaran kongsi, tempat
kapten disungai purun tetap berada.
C.
Kampong
baru
Dikatakan,
bahwa di tempat itu seorang witkangfak mempersembahkan bendera dan berisikan
dan serata ratakan segala-galanya. Orang itu, yang mendirikan sedemikian rupa
kekuasaannya sebagai kapten pertama. Yang kedua adalah liu alun yang di angat
di bawah liusohini. Kemudian masih empat kapten yang memegang pemerintahan
sampai kongsi oleh gubenurmen dibubarkan.
D.
Landak
Kapten
pertama landak di angkat. bernama tsoeng a tsohoi yang kedua adalah liu alu, yang
oleh kapten liu thoi ni dari kampong baru dipiindahkan di landak. Dibawah
kapten berikut, yang juga oleh liu thoi ni diangkat, didirikan di pientu satu
rumah kongsi, tetapi pada waktu kerusuhan 1842 hangus terbakar. Sekali lagi, sekarang
sebagai akibat dari berbagai kekacauan di mentrado, oleh kapthai lioe a-sin di
angkat satu kapten untuk landak dan ini merupakan yang terakhir yang berdiri di
bawah pemerintahan-pemerintahan kongsi karena oleh peraturan 1857 juga
orang-orang china landa di tarik dari kongsi dan ditempatkan di bawah satu
kapten gubernurmen yang ditempatkan di ngabang.
E.
Sepata
Waktu
liu thoi-ni disin diangkat satu kapten. Selama pemerintahan penggantinya
kehormatan dengan sendirinya hilang sebagai akibat kerumitan-kerumitan dengan
orang-orang dayak tahun 1842,waktu landak hilang untuk kongsi. Kesempatan ini
benteng dari po-yien terbakar.
F.
Tunang
dan menyukei
Sesudah
lio thai-in kapten dari mempawah dia memegang sebentar pemerintahan disini
sebelum dia menerima kehormatan kapthai. Dia tinggal di tunang, serta juga
mula-mula penggantinya yang kemudian kapthai kuliuk akan tetapidia kemudian
pindah ke perigi di menyukei sesudah di situ urus bangun satu rumah kongsi
pengganti iuk masih tinggal berdiam di tunang dan kapten berikut juga walaupun
hanya sampai 1848 tahun kelima ia menjabat kapten terakhir tahun 1876 di
angkat, tinggal di situ sampai pembubaran kongsi di perigi perpindahan tahta
kapten hampir pasti sangan berhubungan dengan kemunduran dan perpindahan
masyarakat tunang dimana sampai hari ini yang menetap disana tidak lebih lagi
dari pada selosisn rumah-rumah petani terbesar.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari pembahasan
yang telah disebutkan dapat disimpulkan bahwa sejarah kerajaan Landak banyak
sekali melewati rintangan-rintangan dan halangan salah satu diiantaranya yaitu
halangan mistis dan perselisihan di daam kolonialisme. Namun demikian orang
landak dan masyarakat mandor selalu bersabar dan menggunaka strategi. Begitu
juga dengan pihak belanda maupun jepang selalu menimbulkan strategi untuk
menghambat pergerakan rakyat kaliamantan barat tepatnya di mandor untuk
memerdekaka daerahnya dan mengusir para penjajah, agar mereka bisa terhindar
dari penindasan serta kekerasan yang dilakukan oleh pihak penjajah.
Pada
akhirnya, perjuangan rakyat mandor dan landak pun tidak sia-sia, membuahkan
hasil, yaitu mereka dapat mengusir para penjajah dengan perjuangan mati-matian
dan menggunakan strategi yang sangat amat banyak demi menumbangkan penjajah.
B.
Kritik dan Saran
Demikianlah
yang dapat kami paparkan dalam makalah kami, untuk kepentingan kita bersama
kami sbagai penulis dan Anda pembaca, sekirannya dapat memberi saran atau
kritikan yang membangun serta tanggapan guna untuk memperbaiki atau
tambahan bahasan kami dalam makalah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar